YouTube Gallery

Youtube Gallery: Video List and Theme not selected.

Join Our Facebook

Profile K3PiK

 

Anak adalah masa depan bangsa. Keberhasilan suatu bangsa untuk mempersiapkan anak-anak bangsa merupakan salah satu alat prediksi keberhasilan bangsa itu sendiri.

Tuntutan untuk mempersiapkan anak-anak bangsa berkait dengan proses tumbuh kembang anak yang khas dan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak. Sementara itu dalam populasi, anak dengan kebutuhan khusus ternyata telah semakin meningkat dari tahun ke tahun, tentu saja memerlukan perhatian yang lebih demi mewujudkan harapan keberhasilan pendidikan.

Data statistic Anak berkebutuhan Khusus

 

 

Berdasarkan data dari SENSUS NASIONAL tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki kekhususan diperkiakan sejumlah 1.48 juta jiwa (atau sebesar 0.7% dari total populasi masyarakat Indonesia). Jumlah anak berkebutuhan khusus yang berada pada usia sekolah (antara 5 – 18 tahun) adalah sejumlah 21.42% dari jumlah total masyarakat berkekhususan. (atau sejumlah 317,016 anak).

Namun demikikan, jumlah anak berkebutuhan khusus yang mampu memperoleh layanan pendidikan, baik di sekolah luar biasa atau sekolah inklusi dari TK sampai SMA, hanyalah sebesar 85,645 (27.02%), yang artinya masih ada sejumlah 231,371 (72.98%) anak berkebutuhan khusus yang belum mengenyam pendidikan sekolah.

Lihat Gambar

Berbagai masalah ditemukan sehubungan dengan penanganan dan pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, antara lain :

Stigma yang berkembang pada masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus tidak layak berada di dalam komunitas umum.

Stigma yang berkembang pada orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang malu atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup sehingga membiarkan atau menelantarkan atau salah menangani anak berkebutuhan khusus sehingga kekhususannya justru semakin memperkecil kesempatannya untuk berkembang lebih baik.

Stigma yang berkembang pada sekolah dan guru bahwa pendidikan hanya bisa diberikan setelah anak ‘sembuh’ dari kekhususan.

Penanganan medis dan psikologis yang kurang atau bahkan tidak tepat yang justru memberikan dampak buruk kepada anak berkebutuhan khusus.

Sistem hukum dan standar prosedur yang minim sehingga lalai melindungi hak anak berkebutuhan khusus

Dan lain - lain

Maka dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, pada tanggal 24 Juli 2010 kelompok yang selama ini masing-masing anggotanya telah berjuang di bidangnya masing-masing untuk penanganan masalah kebutuhan khusus, pada akhirnya berkomitmen untuk mengokohkan diri dengan merintis KELOMPOK PERDULI PENANGANAN DAN PENDIDIKAN ANAK KEBUTUHAN KHUSUS (K3PiK).

Pada dasarnya kelompok ini bermaksud untuk memperjuangkan penanganan dan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia agar mereka memperoleh kesempatan yang lebih tepat dan lebih besar demi meningkatkan kapasitas diri dan mencapai kemandirian, terutama menjelang usia dewasa.