YouTube Gallery

Youtube Gallery: Video List and Theme not selected.

Join Our Facebook

POPULAR - November 2014

APA KATA SANG AHLI?

 

Apakah mereka yang menggunakan boneka seks mengalami gangguan?

 

Menurut Kasandra, ada empat kelompok pengguna boneka seks yang dapat dibedakan berdasarkan alasan utamanya. Pertama, kelompok yang kebutuhan seksualnya akan terpuaskan hanya dengan boneka. Kelompok yang satu ini hanya bisa turn-on jika mendapat rangsangan dari boneka seks, bukan manusia. Kategori inilah yang kemudian dianggap sebagai sebuah kelainan atau gangguan klinis.

 

Kedua, kelompok yang sebenarnya bisa dipuaskan dengan berhubungan intim dengan manusia, namun tak memiliki keterampilan interpersonal yang baik. Sehingga menggunakan boneka sebagai penggantinya. Ketiga, kelompok yang bisa terpuaskan oleh sesama manusia, namun masih merasa belum cukup. Mereka punya dorongan seksual berlebih yang membuatnya mencari boneka seks. Menurutt Kasandra, kelompok kedua dan ketiga adalah yang paling jamak ditemui di Indonesia. Jika ketiga kelompok di atas penyebabnya ada dalam diri pribadinya, maka kelompok ke empat 'terbentuk' akibat faktor eksternal. Misalnya si pria masih berhasrat namun sang istri sudah tak mampu lagi melayaninya. Yang terjadi kemudian adalah si pria mencari pelampiasan lain, salah satunya adalah boneka seks.

 

Berbica tren, Kasandra mengungkapkan bahwa 'kegilaan' pada boneka seks di Indonesia sulit berkembang. "Berbeda dengan budaya barat, bangsa Indonesia masih punya alternatif positif untuk mengalihkan hasrat seksualnya. selain itu, nilai-nilai budaya dan agama yang kita punya juga terbilang kuat untuk membendung niatan semacam itu," ujar Kasandra. Peminat boneka seks berbahan silikon kualitas premium sudah pasti dari kalangan respected people, punya cukup harta dan jabatan mapan. "Kalau masih banyak perempuan yang bisa dinikmati meski tak perlu dikawini, ngapain harus pakai boneka?" imbuh Kasandra mewakili pemikiran kebanyakan pria mapan nusantara.